ANEKA KECURANGAN DALAM PEMILU PILPRES 2009

Meski Pemilu Pilpres 2009 berlangsung secara aman dan tertib, tapi tetap terwarnai kecurangan-kecurangan oleh beberapa pihak yang sampai saat ini belum jelas pelakunya. Metode kecurangan yang sudah umum biasanya terjadi dalam bentuk telah ditandainya surat suara. Di bawah ini adalah sebagian dari kecurangan yang terpantau :
1. Kecurangan dengan metode ini terjadi di Surabaya dan sebuah daerah lain (sori, lupa namanya) yang diberitakan oleh Trans TV (Rabu, 8 Juli 2009). Dalam tayangan Trans TV, nampak surat suara yang telah diterima oleh pemilih telah ditandai secara jelas pada nomor urut 2 sehingga calon pemilih ini mengembalikan kepada panitia untuk diganti.
2. Jember Jatim, belasan santri yang tidak memenuhi syarat umur ikut menyontreng di sebuah TPS. Belasan santri ini terindikasi di mobilisasi oleh salah satu pendukung peserta pemilu capres (RCTI).
3. Bandung, di TPS 16 kelurahan Binong, ditemukan dua surat suara yang telah dicontreng. Satu surat suara dicontreng pada nomor urut 2, yang lain disilang pada nomor urut 2 dan 3 (TRANS 7).
4. Metode paling baru dalam kecurangan pemilu kali ini adalah terjadi di sebuah daerah di Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kecurangan terjadi dalam bentuk yaitu saksi dari peserta urut no. 2 telah memegang surat C1 yang telah ditandatangani, yaitu berita acara penghitungan suara. Padahal, penghitungan suara belum dimulai. Nah lho… (Metro TV, Rabu, 8 Juli 2009).
Dengan terjadinya kecurangan-kecurangan di atas, kita sebagai masyarakat tentu sangat prihatin. Kecurangan yang dari segi kuantiti sebenarnya tidak seberapa dibanding dengan keberhasilan yang tercapai namun begitu tetap saja membuat risih dan terasa menjengkelkan. Kapan kita bisa dewasa dalam berpolitik?

Comments

No Comments

Leave a reply

Name *

Mail *

Website