Oleh Zazuli (Pejalan Kemana-mana)
Tanggal 20 mei 2010 lalu, penulis berkesempatan menonton sendratari Ramayana (Seni, drama, dan tarian) di Purawisata Jogja. Tempat wisata ini mempertunjukan sendratari Ramayana dengan tiket yang cukup mahal. Apalagi untuk ukuran Jogja. Tiket termurah 120 ribu.
Pertunjukan yang memakan waktu sekitar 2 jam ini menceritakan tentang Dewi Shinta dan Hanoman. Yah, ceritanya standar saja. Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Burung Jatayu berusaha menyelamatkannnya tetapi gagal. Rama sang kekasih kemudian minta tolong ke Hanoman untuk menyelidiki sekaligus menyelamatkan Shinta yang ditawan di Negeri Alengka oleh Rahwana.
Dengan kekuatan dan kesaktiannya Hanoman mengobrak-abrik Alengka. Kemudian Hanoman melaporkan hasil investigasinya ke Rama tentang keberadaan Shinta di Alengka. Rama mengirim utusan untuk meminta Rahwana menyerahkan Shinta secara baik-baik. Namun Rahwana menolak. Terjadilah perang antar kerajaan dan ujung-ujungnya terjadi juga perang tanding antara Rama dan Rahwana. Rama tentu menang dan berhasil membawa Shinta untuk disucikan kembali dengan Api Suci.
Penyajian sendratari ini bagi kita mungkin biasa-biasa saja. Namun harus diakui penyajiannya sudah berusaha dikemas sedemikian menarik. Ketika Shinta disucikan dengan Api Suci, dipanggung benar-benar dibakar api sehingga menambah daya tarik pertunjukan. Bahkan ketika Hanoman muncul, Hanoman tidak sekedar melompat-lompat di panggung. Dia juga melompat ke atas genting melalui tembok-tembok di sekitarnya. Aksi ini cukup mengejutkan penonton sehingga mereka spontan memberikan applaus.
Sebelum pertunjukan, penulis menyempatkan diri untuk menengok ke belakang panggung. Di sinilah para pemain mempersiapkan diri termasuk membakar kemenyan, merias, hingga latihan untuk memastikan adegan tertentu.(www.zaz.web.id)

Persiapan dan tata rias. Masing-masing merias sendiri

Merias pun penuh keindahan

Bakar kemenyan sebelum pertunjukan

Rahwana bersiap sebelum beraksi

Sinden dan pengiringnya, mengalun sebelum pertunjukan dimulai

Shinta diculik Rahwana, tolooongg...

Rama menjemput Shinta

Hanoman melawan musuhnya. Sendiri

Shinta menunggu Rama

Api untuk menyucikan Shinta kembali

Bercahaya setelah disucikan


